Senin, 07 November 2022

Bagaimana Kemajemukan Masyarakat Indonesia dapat Mengakibatkan Konflik?

Tags

 

pengaruh kemajemukan masyarakat Indonesia dapat mengakibatkan konflik apabila

Manusia hidup dengan karakteristik berbeda-beda. Dalam kehidupan, pengaruh kemajemukan masyarakat Indonesia dapat mengakibatkan konflik apabila terjadi pergesekan antara satu individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain.


Tingkat kebutuhan dan kepentingan pun seringkali menimbulkan perbedaan, baik itu terkait politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Bagaimana sebaiknya mengendalikan konflik di dalam masyarakat yang majemuk?

Pengertian Konflik


Konflik merupakan perjuangan dari sejumlah pihak untuk tujuan mendapatkan hal-hal langka, misalnya status, nilai, otoritas, kekuasaan, dan semacamnya. Tujuan konflik itu sendiri tidak sebatas mendapatkan keuntungan, tapi juga menundukkan lawan dengan ancaman atau bentuk kekerasan.

Fisher berpendapat bahwa konflik ialah hubungan di antara dua atau lebih individu atau kelompok di mana di antara mereka terjadi ketidaksetaraan target. Konflik adalah hal lumrah dalam kehidupan, pun kerap kali tidak bisa dihindari sekaligus bersifat kreatif.

Konflik umumnya timbul karena hubungan sosial yang tidak seimbang. Ketidakseimbangan ini dapat disebabkan karena kemakmuran yang tidak merata atau kesenjangan antara status sosial satu dan yang lain. Ketidakseimbangan itu bisa jadi berujung pada masalah diskriminasi.

Masyarakat Indonesia termasuk multikultural. Tipe ini akan memungkinkan pergesekan sistem norma dan nilai di antara etnis satu dan etnis lain. Di Indonesia juga kerap terjadi konflik ras karena faktor kecemburuan tertentu dari ras minoritas terhadap mayoritas.

Penyebab Konflik dalam Kemajemukan Masyarakat Indonesia


Secara garis besar, penyebab konflik secara umum juga adalah penyebab konflik terjadi di dalam masyarakat multikultural. Simak apa saja yang menjadi penyebab dan bagaimana penjelasannya pada pemaparan di bawah ini.

1. Perbedaan Pendirian dan Keyakinan


Penyebab pertama adalah perbedaan pendirian dan keyakinan antarindividu. Konflik ini akan melahirkan bentrokan pendirian. Setiap pihak akan mencoba mengalahkan lawannya. Mengalahkan tidak cuma berarti dari sisi fisik, tetapi juga secara simbolik atau menghilangkan pikiran tertentu.

Pikiran mengenai ketidaksetujuan itu harus dimusnahkan, dalam artian memaksa pihak lawan agar pendirian dan keyakinan mereka kembali sama. Padahal, secara realitas, setiap individu memiliki karakter yang berbeda-beda; menyebabkan tujuan, keinginan, dan pendapat pun berbeda.

2. Perbedaan Kebudayaan


Bukan cuma menimbulkan konflik antarindividu, perbedaan kebudayaan berpotensi menghadirkan konflik antarkelompok. Pola kebudayaan yang berbeda akan melahirkan pola kepribadian dan perilaku yang berbeda.

Mungkin perbedaan kepribadian dan perilaku itu bisa jadi tidak sejalan antara budaya satu dan budaya lainnya. Ini dapat berujung pada sikap etnosentrisme atau menganggap kebudayaannya yang paling baik. Sikap etnosentrisme akan menimbulkan konflik di masyarakat multikultural.

3. Perbedaan Kepentingan


Berikutnya adalah kepentingan yang berbeda. Setiap kelompok pasti memiliki tujuan dan kepentingan berbeda. Tetapi ini pula yang berpotensi menghadirkan konflik dalam bersaing untuk mendapatkan sarana dan kesempatan 'lebih'.

Cara Menyelesaikan Konflik dalam Kemajemukan Masyarakat Indonesia


Dalam kehidupan bermasyarakat, semakin majemuk atau beragam individu yang hidup di dalamnya, maka semakin besar pula peluang konflik bisa terjadi. Prosedur umum dalam penyelesaian konflik ada delapan, yakni sebagai berikut.

  • Lumping it : Mengabaikan isu dan hubungan tetap berjalan.
  • Avoidance or exit : Mengakhiri hubungan lalu meninggalkan pihak lawan.
  • Coersion : Menerapkan kepentingan kepada pihak lain.
  • Negotiation : Menyelesaikan konflik bersama tanpa keterlibatan pihak ke tiga.
  • Concilliation : Menyatukan pihak yang berkonflik agar konflik bisa diselesaikan.
  • Mediation : Melibatkan pihak ke tiga dalam intervensi konflik sampai kesepakatan tercapai.
  • Arbitration : Menyetujui intervensi dan keputusan pihak ke tiga.
  • Adjudication : Menangani konflik dengan pihak pengadilan sebagai pemecah masalah.

Pengaruh kemajemukan masyarakat indonesia dapat mengakibatkan konflik apabila terdapat perbedaan pendirian, kebudayaan, dan kepentingan. Meskipun konflik itu lu
mrah dan kadang tidak bisa dihindari, sebaiknya setiap individu tetap harus mencoba meminimalisirnya

This Is The Newest Post

Komentar :

Ketik komentar Anda, dan klik Emoticon untuk melihat kode emoticon website ini.
EmoticonEmoticon